MEMBASUH DENGAN SABUN SAAT BERWUDU DAN MENGGANTI POPOK BAYI

Pertanyaan

Saya baru masuk Islam, dan saya memiliki pertanyaan mengenai wudu. Apakah diwajibkan bagiku menggunakan sabun untuk berwudu, khususnya ketika membasuh muka dan kedua tangan hingga sikut dan membasuh kedua kaki? Semuat referensi yang saya baca tidak menyebutkan penggunaan sabun, tapi yang digunakan adalah kalimat ‘mencuci’. Apakah wudu saya batal jika saya mengganti popok bayi saya?

Alhamdulillah.

1-

Saya ucapkan selamat dan Alhamdulillah atas karunia yang anda
dapatkan berupa hidayah ke jalan yang lurus, kami mohon keteguhan untuk diri
kami dan anda di dalam agama ini.

2-

Tidak diwajibkan sama sekali menggunakan sabun untuk berwudu,
kata ‘membasuh/mencuci’ dalam referensi yang saudara sebutkan dalam
pertanyaan tidak berarti menggunakan sabun, atau pembersih lainnya.

Syekh
Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, “Membasuh tangan dan wajah dengan sabun
saat berwudu, tidak disyariatkan bahkan dia termasuk sikap berlebihan.
Terdapat riwayat dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bahwa beliau
bersabda, ‘Cekalah orang yang berlebih-lebihan’ beliau ucapkan sebanyak tiga
kali.

Ya,
seandainya di tangan terdapat kotoran yang tidak dapat dihilangkan dengan
semua itu atau dengan menggunakan sabun atau selainnya dari alat pembersih,
maka tidak mengapa menggunakannya ketika itu. Adapun jika perkaranya biasa
saja, maka menggunakan sabun saat berwudu termasuk perkara berlebih-lebihan
dan bid’ah. Maka jangan dipraktekkan.” (Fatawa Islamiah, 1/223)

3.
Adapun mengganti popok bayi, jika yang dimaksud mengganti adalah sekedar
menggantinya, maka hal itu tidak ada pengaruh bagi sahnya wudu anda. Adapun
jika yang dimaksud adalah anda menyentuh langsung najis, maka diapun tidak
berpengaruh bagi kesahan wudu anda, karena tidak ada hubungannya antara
menyentuh najis dan sah atau tidaknya wudu. Hal itu telah dinyatakan sebagai
ijmak ulama sebagaimana disebutkan dalam kita Al-Ausath, 1/203, yang wajib
pada kondisi tersebut hanyalah mencuci kedua tangan yang padanya terdapat
najis.

Sedangkan jika yang dimaksud anda menyentuh kemaluan si kecil, baik laki
maupun perempuan, maka anak yang sudah berusia dua tahun ke bawah tidak ada
hukum terkait dengan auratnya, seandainya anda menyentuhnya, juga tidak
berpengaruh bagi wudu anda.

Wallahua’lam.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top