Hubungan Antara Ayat: ( وَإِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ) “Dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain.” (QS. Muhammad: 38) Dengan Perkembangan Syi’ah Saat Ini

Pertanyaan

Apakah anda meyakini bahwa hadits berikut ini ada kaitannya dengan info terkini tentang perkembangan syi’ah? Jika jawabannya; tidak, maka bagaimanakah penafsiran dari hadits berikut ini;

Dari Abu Hurairah dia berkata: “Ketika diturunkannya ayat:

وَإِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ

“Dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain.” (QS. Muhammad: 38)

Bahwa Salman sedang berada di samping Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, maka mereka berkata: “Siapakah gerangan kaum tersebut bahwa jika kami berpaling akan digantikan oleh mereka?. Maka sambil menepuk bahu Salman, Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

مِن هذا وَقَومِه , والذي نفسي بيده لَوْ أنَّ الدّينَ تَعَلَّقَ بالثُّرَيَّا لَنالَتْهُ رِجالٌ من أهْل فارِس

“Yang berasal dari orang ini dan kaum nya. Demi Dzat yang jiwaku ada di dalam genggamannya, jika agama itu bergantung pada salah satu bintang, maka akan di dapatkan oleh orang-orang dari Persia”.

Alhamdulillah.

Pertama:

Hadits ini diriwayatkan oleh
Tirmizi (3261) dan sanadnya belum disepakati, banyak di antara para ulama
menyatakan dha’if.

Imam Tirmidzi setelah
meriwayatkannya berkata: “Hadits gharib yang sanadnya masih belum disepakati”.

Al Baghawi berkata dalam
Syarh Sunnah, 7/261: “Hadits gharib”.

Ibnul Arabi berkata dalam
‘Aridhatul Ahwadzi, 6/330: “Telah diriwayatkan melalui banyak jalur yang
tidak sampai pada derajat shahih”.

Asy Syaukani berkata dalam
Fathul Qadir, 5/61: “Di dalam sanadnya terdapat Muslim bin Kholid az Zanji,
dia ini sudah tidak asing lagi masih menjadi perdebatan (di antara para
ulama)”.

Sebagian para ulama telah
meriwayatkan bahwa banyaknya jalur periwayatan hadits ini sebagiannya
menguatkan sebagian lainnya, seperti Al-Albani –rahimahullah-, oleh
karenanya beliau menshahihkannya di dalam Shahih Tirmidzi.

Potongan terakhir dari hadits
tersebut, telah diriwayatkan oleh Bukhari (4615) dan Muslim (2546) dengan
redaksi:

لَوْ كَانَ الدِّينُ عِنْدَ الثُّرَيَّا
لَذَهَبَ بِهِ رَجُلٌ مِنْ فَارِسَ – أَوْ قَالَ مِنْ أَبْنَاءِ فَارِسَ –
حَتَّى يَتَنَاوَلَهُ

“Kalau saja agama itu ada di
salah satu nama bintang, maka seseorang dari Persia akan menggapainya –atau
mereka keturunan orang-orang Persia- untuk mendapatkannya”.

Adapun redaksi yang lain:

لَوْ كَانَ
الْعِلْمُ بِالثُّرَيَّا لَتَنَاوَلَهُ أُنَاسٌ مِنْ أَبْنَاءِ فَارِسَ

“Kalau saja ilmu itu ada di
tsurayya (salah satu nama bintang), maka keturunan orang-orang Persia akan
meraihnya.”

Hadits ini telah diriwayatkan
oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya, 13/331 dan telah dinyatakan lemah oleh para
penelitinya. Al-Albani telah menyatakan lemah dalam kitab Silsilah Dha’ifah:
2054, di antara pernyataannya adalah: “Kesimpulannya, hadits tersebut lemah
dengan redaksi “al ilmu”. Yang shahih adalah “al Iman” dan “ad Diin”.

Kedua:

Hadits ini tidak menunjukkan
bahwa penduduk Persia lebih utama dari pada para sahabat –radhiyallahu anhum-,
hal ini karena beberapa hal berikut ini:

Hadits tersebut dinyatakan
lemah oleh banyak para ulama, sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya.

Jika misalnya tetap dianggap
shahih, maka ayat yang telah disebutkan di atas, yaitu firman Alloh
–Ta’ala-:

وَإِنْ
تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لا يَكُونُوا
أَمْثَالَكُمْ

“Dan jika kamu berpaling
niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak
akan seperti kamu (ini)”. (QS. Muhammad: 38)

maksudnya adalah sekedar
untuk memberikan ancaman, karena tidak ada yang lebih baik dari pada para
sahabat –radhiyallahu ‘anhum- atau yang serupa dengan mereka.

Al Qurthubi –rahimahullah-
berkata:

“Firman Alloh –Ta’ala-: “dan
jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang
lain”. (QS. Muhammad: 38), adalah pernyataan tentang kekuasaan (Alloh) dan
untuk memberikan rasa takut kepada mereka. Karena faktanya tidak ada yang
lebih baik daripada para sahabat Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa
sallam-.” (Tafsir Al-Qurtubi: 18/194)

Ketiga:

Para ulama dan ahli tafsir
belum sepakat untuk menafsiri ayat di atas dengan hadits tersebut dan bahwa
kaum yang akan datang tersebut berasal dari Persia.

Al-Mawardi –rahimahullah-
berkata:

“Firman Alloh: “niscaya Dia
akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain”, penafsirannya ada tiga macam:

1.Mereka adalah
penduduk Yaman, mereka adalah orang-orang Anshar, menurut Syuraih bin Abid

2.Mereka adalah
penduduk Persia, beliau menyebutkan hadits Abu Hurairah tersebut.

3.Mereka adalah
siapa saja dari semua orang, menurut Mujahid.

(An Nukat wal ‘Uyuun:
5/307-308)

Jika dianggap bahwa ayat
tersebut berkaitan dengan kemurtadan dan yang dimaksud adalah orang-orang
Arab, dan kaum yang akan menggantikan mereka adalah orang-orang Persia, maka
sungguh hal itu mengandung ilmu gaib yang di dalamnya terdapat berita
gembira bagi umat Islam Persia; karena tidak terjadi fenomena murtad pada
diri mereka. Dan dalamnya terdapat isyarat ada kemungkinan perkara tersebut
terjadi pada selain mereka, sebagaimana yang sudah terjadi.

Ath Thahir bin ‘Asyur
–rahimahullah- berkata:

“Saya bekata: “Hal itu
menunjukkan bahwa jika penduduk Persia beriman, mereka tidak murtad, hal ini
merupakan salah satu tanda kenabian Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa
sallam-. Karena sebagian kabilah dari bangsa Arab ada yang murtad setelah
wafatnya Nabi –shallallahu ‘alahi wa sallam-, orang-orang Barbar pun murtad
setelah negeri mereka dibebaskan, keimanan mereka sampai terjadi 12 kali,
sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Syeikh Abu Muhammad bin Abi Zaid,
sedangkan penduduk Persia tidak murtad setelah mereka beriman”. (At Tahrir
wat Tanwir: 26/139)

Atas dasar inilah maka tidak
ada kaitannya ayat dan juga hadits dengan tersebarnya kelompok Rafidhoh (syiah)
di muka bumi. Karena fokus pembicaraanya seputar penduduk Persia yang muslim.
Sedangkan orang-orang Rafidhoh Persia bukan termasuk mereka.

Maka, apakah dikatakan tidak
terjadi sikap berpaling secara mutlak, baik dalam hal ketaatan ataupun
nafkah, sehingga tidak terjadi pergantian, atau juga dapat dikatakan: “Telah
terjadi sikap berpaling dari sebagian bangsa Arab, maka Alloh –Ta’ala-
mendatangkan penggantinya dari kaum muslimin Persia. Lalu mereka akan
menjadi pembantu agama Alloh –Ta’ala- dan mempunyai peran dalam
penyebarannya mereka pun mengorbankan harta dan jiwa mereka dalam hal itu.

Al Hafidz Ibnu Hajar –rahimahullah-
berkata:

“Al Qurtubi berkata, ‘Telah
terjadi apa yang telah disabdakan oleh Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-
dengan nyata. Telah terbukti ada di antara mereka, bangsa Persia, yang
dikenal sebagai para penghafal riwayat-riwayat  dan merawatnya, tidak banyak
yang menandingi mereka.” (Fathul Baari: 8/643)

Untuk mengetahui sebagian
akidah Syi’ah Rafidhoh yang menyelisihi akidah umat Islam maka lihatlah
jawaban nomor: 45563, 118101,
60046.

Wallahu A’lam.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top