Apakah Pelaksanaan Puasa Enam Hari Bulan Syawal Harus Berurutan

Pertanyaan

Berkaitan dengan puasa enam hari bulan Syawal selepas Ramadhan, apakah harus dilakukan secara berurutan? Ataukah boleh melakukannya secara terpisah-pisah (tidak berurutan)?

Berkaitan dengan puasa enam hari bulan Syawal selepas Ramadhan, apakah harus dilakukan secara berurutan? Ataukah boleh melakukannya secara terpisah-pisah (tidak berurutan)?

Masalahnya saya ingin mencicilnya sebanyak dua hari selama tiga tahapan, yakni pada waktu libur di akhir pekan.
Masalahnya saya ingin mencicilnya sebanyak dua hari selama tiga tahapan, yakni pada waktu libur di akhir pekan.

Alhamdulillah.

Pelaksanaan puasa enam hari bulan Syawal tidak mesti berurutan. Seseorang boleh saja melakukannya secara terpisah. Namun semakin cepat tentunya semakin bagus. Allah berfirman:

“Berlomba-lombalah kamu dalam mengerjakan kebaikan.”

Dalam ayat lain Allah berfirman:

“Bersegeralah menuju ampunan dari Rabbmu”

Dalam ayat lain Allah menceritakan penuturan Nabi Musa:

Dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Rabbku, agar supaya Engkau ridho (kepadaku)”. (QS. 20:84)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top